A.
PENGERTIAN
EKOLOGI
Ekologi berasal dari bahasa Yunani yang
terdiri dari dua kata, yaitu oikos yang artinya rumah atau tempat hidup, dan
logos yang berarti ilmu. Ekologi diartikan sebagai ilmu yang mempelajari baik
interaksi antar makhluk hidup maupun interaksi antara makhluk hidup dan
lingkungannya
Dalam
ekologi, kita mempelajari makhluk hidup sebagai kesatuan atau sistem dengan
lingkungannya. Definisi ekologi seperti di atas, pertama kali disampaikan oleh
Ernest Haeckel (zoologiwan Jerman, 1834-1914).
Ekologi
adalah cabang ilmu biologi yang banyak memanfaatkan informasi dari berbagai
ilmu pengetahuan lain, seperti : kimia, fisika, geologi, dan klimatologi untuk pembahasannya.
Penerapan ekologi di bidang pertanian dan perkebunan di antaranya adalah
penggunaan kontrol biologi untuk pengendalian populasi hama guna meningkatkan
produktivitas.
Ilmu
ekologi pada dasarnya menjelaskan hubungan antara organisme -tumbuhan maupun
hewan- dengan lingkungannya. Sifat setiap benda hidup dimengerti dari segi
hubungannya. Bukan hanya dengan alam secara fisik -termasuk tanah, air dan
iklim- tetapi juga dengan benda hidup lain dalam suatu pola saling
ketergantungan yang dinamakan ekosistem. Contoh ekosistem dari Sumatera adalah
hutan tropis dataran rendah, hutan mangrov, sungai, lahan basah gambut, dll.
Ekologi
berkepentingan dalam menyelidiki interaksi organisme dengan lingkungannya.
Pengamatan ini bertujuan untuk menemukan prinsip-prinsip yang terkandung dalam
hubungan timbal balik tersebut.
Dalam
studi ekologi digunakan metoda pendekatan secara rnenyeluruh pada
komponen-kornponen yang berkaitan dalam suatu sistem. Ruang lingkup ekologi
berkisar pada tingkat populasi, komunitas, dan ekosistem.
B. PRINSIP-PRINSIP
EKOLOGI
Pembahasan
ekologi tidak lepas dari pembahasan ekosistem dengan berbagai komponen
penyusunnya, yaitu faktor abiotik dan biotik. Faktora biotik antara lain suhu,
air, kelembapan, cahaya, dan topografi, sedangkan faktor biotik adalah makhluk
hidup yang terdiri dari manusia, hewan, tumbuhan, dan mikroba. Ekologi juga
berhubungan erat dengan tingkatan-tingkatan organisasi makhluk hidup, yaitu
populasi, komunitas, dan ekosistem yang saling mempengaruhi dan merupakan suatu
sistem yang menunjukkan kesatuan.
1.
Faktor
Biotik
Faktor
biotik adalah faktor hidup yang meliputi semua makhluk hidup di bumi, baik
tumbuhan maupun hewan. Dalam ekosistem, tumbuhan berperan sebagai produsen,
hewan berperan sebagai konsumen, dan mikroorganisme berperan sebagai
dekomposer.
Faktor
biotik juga meliputi tingkatan-tingkatan organisme yang meliputi individu,
populasi, komunitas, ekosistem, dan biosfer. Tingkatan-tingkatan organisme
makhluk hidup tersebut dalam ekosistem akan saling berinteraksi, saling
mempengaruhi membentuk suatu sistemyang menunjukkan kesatuan. Secara lebih
terperinci, tingkatan organisasi makhluk hidup adalah sebagai berikut.
A. Individu
Individu
merupakan organisme tunggal seperti : seekor tikus, seekor kucing, sebatang
pohon jambu, sebatang pohon kelapa, dan seorang manusia. Dalam mempertahankan
hidup, seti jenis dihadapkan pada masalah-masalah hidup yang kritis. Misalnya,
seekor hewan harus mendapatkan makanan, mempertahankan diri terhadap musuh
alaminya, serta memelihara anaknya. Untuk mengatasi masalah tersebut, organisme
harus memiliki struktur khusus seperti : duri, sayap, kantung, atau tanduk.
Hewan juga memperlihatkan tingkah laku tertentu, seperti membuat sarang atau
melakukan migrasi yang jauh untuk mencari makanan. Struktur dan tingkah laku
demikian disebut adaptasi.
Ada
bermacam-macam adaptasi makhluk hidup terhadap lingkungannya, yaitu: adaptasi
morfologi, adaptasi fisiologi, dan adaptasi tingkah laku.
1. Adaptasi
morfologi
Adaptasi
morfologi merupakan penyesuaian bentuk tubuh untuk kelangsungan hidupnya.
Contoh adaptasi morfologi, antara lain sebagai berikut.
a. Gigi-gigi
khusus
Gigi hewan karnivora atau pemakan daging beradaptasi
menjadi empat gigi taring besar dan runcing untuk menangkap mangsa, serta gigi
geraham dengan ujung pemotong yang tajam untuk mencabik-cabik mangsanya.
b. Moncong
Trenggiling besar adalah hewan menyusui yang hidup di
hutan rimba Amerika Tengah dan Selatan. Makanan trenggiling adalah semut, rayap,
dan serangga lain yang merayap. Hewan ini mempunyai moncong panjang dengan
ujung mulut kecil tak bergigi dengan lubang berbentuk celah kecil untuk
mengisap semut dari sarangnya. Hewan ini mempunyai lidah panjang dan bergetah
yangdapat dijulurkan jauh keluar mulut untuk menangkap serangga.
c. Paruh
Elang
memiliki paruh yang kuat dengan rahang atas yang melengkung dan ujungnya tajam.
Fungsi paruh untuk mencengkeram korbannya.
d. Daun
Tumbuhan
insektivora (tumbuhan pemakan serangga), misalnya kantong semar, memiliki daun
yang berbentuk piala dengan permukaan dalam yang licin sehingga dapat
menggelincirkan serangga yang hinggap. Dengan enzim yang dimiliki tumbuhan
insektivora, serangga tersebut akan dilumatkan, sehingga tumbuhan ini
memperoleh unsur yang diperlukan.
e. Akar
Akar
tumbuhan gurun kuat dan panjang,berfungsi untuk menyerap air yang terdapat jauh
di dalam tanah. Sedangkan akar hawa pada tumbuhan bakau untuk bernapas.
2. Adaptasi
fsiologi
Adaptasi
fisiologi merupakan penyesuaian fungsi fisiologi tubuh untuk mempertahankan
hidupnya. Contohnya adalah sebagai berikut.
a. Kelenjar
bau
Musang dapat mensekresikan bau busukdengan cara
menyemprotkan cairan melalui sisi lubang dubur. Sekret tersebut berfungsi untuk
menghindarkan diri dari musuhnya.
b. Kantong
tinta
Cumi-cumi dan gurita memiliki kantong tinta yang berisi
cairan hitam. Bila musuh datang, tinta disemprotkan ke dalam air sekitarnya
sehingga musuh tidak dapat melihat kedudukan cumi-cumi dan gurita.
c. Mimikri
pada kadal
Kulit kadal dapat berubah warna karena pigmen yang
dikandungnya. Perubahan warna ini dipengaruhi oleh faktor dalam berupa hormon
dan faktor luar berupa suhu serta keadaan sekitarnya.
3. Adaptasi
tingkah laku
Adaptasi
tingkah laku adalah penyesuaian diri terhadap lingkungan dalam bentuk tingkah
laku. Adaptasi tingkah laku lebih mudah dikenali karena terjadi pada hewan yang
erat hubungannya dengan habitat organisme maupun fungsi fisiologi dalam tubuh.
Berikut contoh adaptasi tingkah laku pada makhluk hidup.
a.
Bunglon mengubah warna tubuh sesuai dengan
lingkungannya (mimikri) untuk berkamuflase agar tidak dikenali oleh
pemangsanya.
b.
Rayap dewasa memakan kulitnya yang baru
mengelupas untuk mendapatkan kembali flagellata yang terdapat pada usus
belakang yang turut terkelupas. Flagellata ini menghasilkan selulase yang
membantu mencerna selulosa pada kayu yang dimakan rayap.
c.
Anak rayap yang baru menetas menjilati dubur
rayap dewasa untuk mendapatkan flagellata.
d.
Paus dan lumba-lumba yang hidup di laut sering
muncul ke permukaan untuk menghirup udara yang digunakan dalam pernapasan.
e.
Cicak memutuskan ekornya untuk mengelabui
mangsanya.
f.
Kerbau berkubang pada saat terik matahari.
g.
Pura-pura tidur atau mati Beberapa hewan berpura-pura tidur atau mati, misalnya tupai
Virginia. Hewan ini sering berbaring tidak berdaya dengan mata tertutup bila
didekati seekor anjing.
h.
Migrasi Ikan salem
raja di Amerika Utara melakukan migrasi untuk mencari tempat yang sesuai untuk
bertelur. Ikan ini hidup di laut. Setiap tahun, ikan salem dewasa yang berumur
empat sampai tujuh tahun berkumpul di teluk disepanjang Pantai Barat Amerika
Utara untuk menuju ke sungai. Saat di sungai, ikan salem jantan mengeluarkan
sperma di atas telur-telur ikan betinanya. Setelah itu ikan dewasa biasanya
mati. Telur yang telah menetas untuk sementara tinggal di air tawar. Setelah
menjadi lebih besar mereka bergerak ke bagian hilir dan akhirnya ke laut.
B. Populasi
Kumpulan
individu sejenis yang hidup padasuatu daerah dan waktu tertentu disebut
populasi Misalnya, populasi pohon kelapa dikelurahan Tegakan pada tahun 1989
berjumlah 2552 batang.
Ukuran
populasi berubah sepanjang waktu. Perubahan ukuran dalam populasi ini disebut
dinamika populasi. Perubahan ini dapat dihitung dengan menggunakan rumus
perubahan jumlah dibagi waktu. Hasilnya adalah kecepatan perubahan dalam
populasi. Misalnya, tahun 1980 populasi Pinus di Tawangmangu ada 700 batang.
Kemudian pada tahun 1990 dihitung lagi ada 500 batang pohon Pinus. Dari fakta
tersebut kita lihat bahwa selama 10 tahun terjadi pengurangan pohon pinus
sebanyak 200 batang pohon. Untuk mengetahui kecepatan perubahan maka kita
membagi jumlah batang pohon yangberkurang dengan lamanya waktu perubahan
terjadi :
700 - 500 =
200batang
1990-1980 10
tahun = 20 batang/tahun
Dari
rumus hitungan di atas kita dapatkan kesimpulan bahwa rata-rata berkurangnya
pohon tiap tahun adalah 20 batang. Akan tetapi, perlu diingat bahwa penyebab
kecepatan rata-rata dinamika populasi ada berbagai hal. Dari alam mungkin
disebabkan oleh bencana alam, kebakaran, serangan penyakit, sedangkan dari
manusia misalnya karena tebang pilih. Namun, pada dasarnya populasi mempunyai
karakteristik yang khas untuk kelompoknya yang tidak dimiliki oleh
masing-masing individu anggotanya. Karakteristik iniantara lain : kepadatan
(densitas), laju kelahiran (natalitas), laju kematian (mortalitas), potensi
biotik, penyebaran umur, dan bentuk pertumbuhan. Natalitas danmortalitas
merupakan penentu utama pertumbuhan populasi.
Dinamika
populasi dapat juga disebabkan imigrasi dan emigrasi. Hal ini khusus untuk
organisme yang dapat bergerak, misalnyahewan dan manusia.
Imigrasi
adalah perpindahan satu atau lebih organisme kedaerah lain atau peristiwa
didatanginya suatu daerah oleh satu atau lebih organisme; didaerah yang
didatangi sudah terdapat kelompok dari jenisnya. Imigrasi ini akan meningkatkan
populasi.
Emigrasi
adalah peristiwa ditinggalkannya suatu daerah oleh satu atau lebih organisme,
sehingga populasi akan menurun. Secara garis besar, imigrasi dan natalitas akan
meningkatkan jumlah populasi, sedangkan mortalitas dan emigrasi akan menurunkan
jumlah populasi. Populasi hewan atau tumbuhan dapat berubah, namun perubahan
tidak selalu menyolok. Pertambahan atau penurunan populasi dapat menyolok bila
ada gangguan drastis dari lingkungannya, misalnya adanya penyakit, bencana
alam, dan wabah hama.
C.
Komunitas
Komunitas
ialah kumpulan dari berbagai populasi yang hidup pada suatu waktu dan daerah
tertentu yang saling berinteraksi dan mempengaruhi satu sama lain. Komunitas memiliki
derajat keterpaduan yang lebih kompleks bila dibandingkan dengan individu dan
populasi. Dalam komunitas, semua organisme merupakan bagian dari komunitas dan
antara komponennya saling berhubungan melalui keragaman interaksinya.
D.
Ekosistem
Antara
komunitas dan lingkungannya selalu terjadi interaksi. Interaksi ini menciptakan
kesatuan ekologi yang disebut ekosistem. Komponen penyusun ekosistem adalah
produsen (tumbuhan hijau), konsumen (herbivora, karnivora, dan omnivora), dan
dekomposer/pengurai (mikroorganisme).
2.
Faktor
Abiotik
Faktor
abiotik adalah faktor tak hidup yang meliputi faktor fisik dan kimia. Faktor
fisik utama yang mempengaruhi ekosistem adalah sebagai berikut.
a. Suhu
Suhu berpengaruh terhadap ekosistem karena suhu merupakan
syarat yang diperlukan organisme untuk hidup. Ada jenis-jenis organisme yang
hanya dapat hidup pada kisaran suhu tertentu.
b. Sinar
matahari
Sinar matahari mempengaruhi ekosistem secara global
karena matahari menentukan suhu. Sinar matahari juga merupakan unsur vital yang
dibutuhkan oleh tumbuhan sebagai produsen untuk berfotosintesis.
c. Air
Air berpengaruh terhadap ekosistem karena air dibutuhkan
untuk kelangsungan hidup organisme. Bagi tumbuhan, air diperlukan dalam
pertumbuhan, perkecambahan, dan penyebaran biji; bagi hewan dan manusia, air
diperlukan sebagai air minum dan sarana hidup lain, misalnya transportasi bagi
manusia, dan tempat hidup bagi ikan. Bagi unsur abiotik lain, misalnya tanah
dan batuan, air diperlukan sebagai pelarut dan pelapuk.
d. Tanah
Tanah merupakan tempat hidup bagi organisme. Jenis tanah
yang berbeda menyebabkan organisme yang hidup didalamnya juga berbeda. Tanah
juga menyediakan unsur-unsur penting bagi pertumbuhan organisme, terutama
tumbuhan.
e.
Ketinggian
Ketinggian tempat menentukan jenis organisme yang hidup
di tempat tersebut, karena ketinggian
yang berbeda akan menghasilkan kondisi fisik dan kimia yang berbeda.
f. Angin
Angin selain berperan dalam menentukan kelembapan juga
berperan dalam penyebaran biji tumbuhan tertentu.
g. Garis
lintang
Garis
lintang yang berbeda menunjukkan kondisi lingkungan yang berbeda pula. Garis
lintang secara tak langsung menyebabkan perbedaan distribusi organisme di
permukaan bumi. Ada organisme yang mampu hidup pada garis lintang tertentu
saja.
Interaksi
antarkomponen ekologi dapat merupakan interaksi antarorganisme,antarpopulasi,
dan antarkomunitas.
C.
INTERAKSI
ANTAR ORGANISME
Semua
makhluk hidup selalu bergantung kepada makhluk hidup yang lain. Tiap individu
akan selalu berhubungan dengan individu lain yang sejenis atau lain jenis, baik
individu dalam satu populasinya atau individu-individu dari populasi lain.
Interaksi demikian banyak kita lihat di sekitar kita.
Interaksi
antar organisme dalam komunitas ada yang sangat erat dan ada yang kurang erat.
Interaksi antarorganisme dapat dikategorikan sebagai berikut.
a. Netral
Hubungan tidak saling mengganggu antarorganisme dalam
habitat yang sama yang bersifat tidak menguntungkan dan tidak merugikan kedua
belah pihak, disebut netral. Contohnya : antara capung dan sapi.
b. Predasi
Predasi adalah hubungan antara mangsa dan pemangsa
(predator). Hubungan ini sangat erat sebab tanpa mangsa, predator tak dapat
hidup. Sebaliknya, predator juga berfungsi sebagai pengontrol populasi mangsa.
Contoh : Singa dengan mangsanya, yaitu kijang, rusa,dan burung hantu dengan
tikus.
c.
Parasitisme
Parasitisme
adalah hubungan antarorganisme yang berbeda spesies, bilasalah satu organisme
hidup pada organisme lain dan mengambil makanan dari hospes/inangnya sehingga
bersifat merugikan inangnya.
contoh : Plasmodium dengan manusia, Taeniasaginata dengan
sapi, dan benalu dengan pohon inang.
d.
Komensalisme
Komensalisme merupakan hubunganantara dua organisme yang
berbeda spesies dalam bentuk kehidupan bersama untuk berbagi sumber makanan;
salah satu spesies diuntungkan dan spesies lainnya tidak dirugikan. Contohnya
anggrek dengan pohon yang ditumpanginya.
e.
Mutualisme
Mutualisme adalah hubungan antara dua organisme yang
berbeda spesies yang saling menguntungkan kedua belah pihak. Contoh, bakteri
Rhizobium yang hidup pada bintil akar kacang-kacangan.
D.
INTERAKSI
ANTARPOPULASI
Antara
populasi yang satu dengan populasi lain selalu terjadi interaksi secara
langsung atau tidak langsung dalam komunitasnya.Contoh interaksi antarpopulasi
adalah sebagai berikut.
Alelopati
merupakan interaksi antarpopulasi, bila populasi yang satu menghasilkan zat
yang dapat menghalangi tumbuhnya populasi lain. Contohnya, di sekitar pohon
walnut (juglans) jarang ditumbuhi tumbuhan lain karena tumbuhan ini
menghasilkan zat yang bersifat toksik. Pada mikroorganisme istilah alelopati
dikenal sebagai anabiosa.Contoh, jamur Penicillium sp. dapat menghasilkan
antibiotika yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri tertentu.
Kompetisi merupakan interaksi
antarpopulasi, bila antarpopulasi terdapat kepentingan yang sama sehingga
terjadi persaingan untuk mendapatkan apa yang diperlukan. Contoh, persaingan
antara populasi kambing dengan populasi sapi di padang rumput.
E.
INTERAKSI
ANTARKOMUNITAS
Komunitas
adalah kumpulan populasi yang berbeda di suatu daerah yang sama dan saling
berinteraksi. Contoh komunitas, misalnya komunitas sawah dan sungai. Komunitas
sawah disusun oleh bermacam-macam organisme, misalnya padi, belalang, burung,
ular, dan gulma. Komunitas sungai terdiri dari ikan, ganggang, zooplankton,
fitoplankton, dan dekomposer. Antara komunitas sungai dan sawah terjadi
interaksi dalam bentuk peredaran nutrien dari air sungai ke sawah dan peredaran
organisme hidup dari kedua komunitas tersebut.
Interaksi
antarkomunitas cukup komplek karena tidak hanya melibatkan organisme, tapi juga
aliran energi dan makanan. Interaksi antarkomunitas dapat kita amati, misalnya
pada daur karbon. Daur karbon melibatkan ekosistem yang berbeda misalnya laut
dan darat. Lihat Gambar 6.16.
F.
Interaksi Antarkomponen Biotik dengan Abiotik
Interaksi
antara komponen biotik dengan abiotik membentuk ekosistem. Hubunganantara
organisme dengan lingkungannya menyebabkan terjadinya aliran energi dalam
sistem itu. Selain aliran energi, di dalam ekosistem terdapat juga struktur
atau tingkat trofik, keanekaragaman biotik, serta siklus materi.
Dengan
adanya interaksi-interaksi tersebut, suatu ekosistem dapat mempertahankan
keseimbangannya. Pengaturan untuk menjamin terjadinya keseimbangan ini
merupakan ciri khas suatu ekosistem. Apabila keseimbangan ini tidak diperoleh
maka akan mendorong terjadinya dinamika perubahan ekosistem untuk mencapai keseimbangan
baru.
Konsep
Ekosistem
& Ekologi Manusia
Ekosistem-ekosistem
digolongkan ke dalam kategori lebih besar yaitu biom yang umumnya
diidentifikasikan dari vegetasi yang mencirikannya. Hutan tropis, gurun, padang
rumput, merupakan contoh biom. Biom merupakan unit ekologis terbesar di dalam
biosfer. Biosfer itu adalah seluruh lingkungan hidup di planet bumi.
Setiap
ekosistem berbeda dari segi luasan dan keruwetan, juga dari segi daya dukung
dan ketahanan terhadap gangguan. Dalam beberapa dekade terakhir milenium,
hampir semua ekosistem di Sumatera mengalami gangguan berat, bahkan sangat
berat. Ini terutama berhubungan dengan eksploitasi yang jauh melebihi daya
dukung. Konversi hutan menjadi perkebunan pada areal yang sangat luas merupakan
contoh gangguan berat ekosistem hutan tropis Sumatera. Akibatnya, ekosistem
hutan di Sumatera terdegradasi dan akhirnya terfragmentasi ke dalam blok-blok
kecil yang saling terisolir. Ekosistem yang pada awalnya luas dan stabil,
menjadi terkotak-kotak dan sangat rawan terhadap gangguan baru.
Sebenarnya
hampir tidak ada lagi ekosistem yang tidak dipengaruhi secara nyata oleh
kegiatan manusia. Misalnya, jika dalam keadaan normal hutan tropis basah tidak
terbakar walaupun dalam kemarau panjang, tetapi setelah terdegradasi oleh
logging berlebihan akhirnya terbakar juga, seperti yang dialami dua tahun lalu.
Jadi ekologi bumi sekarang boleh dikatakan sudah menjadi masalah ekologi
manusia. Tetapi secara konseptual, ekologi manusia itu apa?
Manusia,
menurut ilmu biologi, memang jenis mamalia yang pada prinsipnya dapat dipandang
sebagai unsur hewani dalam ekosistemnya. Dan pandangan ini tentu berlaku untuk
masa evolusi spesies leluhur manusia, paling tidak sampai munculnya Homo
sapiens (subspesies kita sekarang), sekitar 150.000 tahun lalu. Dengan
munculnya subspesies ini, dengan kapasitas intelektual dan budaya lebih besar,
pengembangan teknologi dan organisasi semakin menonjol. Namun, konsekuensinya
pada lingkungan hidup masih terbatas sebelum manusia mulai mentransformasikan alam
lewat pertanian sekitar 10.000 tahun yang lalu. Bahkan masih juga terbatas di
mana pertanian masih dilakukan secara sederhana, seperti perladangan berpindah,
pada kepadatan penduduk sangat rendah sehingga proses-proses alami termasuk
regenerasi masih dominan dan berjalan baik.
Namun,
pertanian memiliki potensi intensifikasi yang dapat diwujudkan lewat seleksi
benih dan pengolahan lahan serta berbagai bentuk-bentuk organisasi.
Perkembangan ini memungkinkan populasi lebih besar dan padat serta pengembangan
berbagai spesialisasi jasa atau produk juga di luar pertanian. Pengembangan
populasi dan ekstensifikasi pertanian untuk mendukung populasi tersebut
memperluas dampak pada ekosistem. Ini terjadi di wilayah yang kesuburan
tanahnya tinggi secara alami seperti umumnya di Pulau Jawa dan Pulau Sumatera
terutama di beberapa tempat sepanjang Bukit Barisan. Akhirnya, berkat revolusi
industri dengan pengembangan berbagai mesin dan kendaraan yang memanfaatkan
energi fosil terutama minyak sebagai sumber tenaga dan teknik lainnya seperti
pupuk buatan, kemampuan manusia untuk memanfaatkan bumi bahkan
mentransformasikannya dalam waktu singkat, sangatlah meningkat. Dampak ekologis
pun menjadi dahsyat seperti belakangan ini di Sumatera dan juga di bagian lain
dunia.
Ekologi
manusia merupakan studi terhadap bagaimana manusia berinteraksi dengan alam
bukan hanya sebagai makhluk biologis, tetapi lebih-lebih sebagai makluk
berbudaya. Ekologi manusia juga menyangkut bagaimana interaksi itu mempengaruhi
kependudukan dan pola organisasi dan juga konsekuensinya bagi alam, serta
timbal balik dari konsekuensi itu. Kalau dahulu manusia menjadi aktor terbatas
di dalam ekosistem tertentu, sekarang menjadi sumber pengaruh di hampir semua
ekosistem di bumi. Bahkan boleh dikatakan, planet bumi dengan biosfernya lah
yang merupakan ekosistem bagi manusia sekarang. Daya dukung ekosistem inilah
yang akhirnya menentukan, penyesuaian apa yang harus dilakukan manusia dalam
perilaku dan pola organisasi untuk tetap survive. (O.S)
A. Ekologi
Ekologi, biologi dan ilmu kehidupan lainnya saling melengkapi dengan
zoologi dan botani yang menggambarkan hal bahwa ekologi mencoba memperkirakan,
dan ekonomi energi yang menggambarkan kebanyakan rantai makanan manusia dan
tingkat tropik.
Ekowilayah
bumi dan riset perubahan iklim ialah dua wilayah di mana ekolog (orang yang
mempelajari ekologi) kini berfokus
1.
Ekologi dalam politik
Ekologi menimbulkan banyak filsafat yang amat kuat dan pergerakan politik –
termasuk gerakan konservasi, kesehatan, lingkungan,dan ekologi yang kita kenal
sekarang. Saat semuanya digabungkan dengan gerakan perdamaian dan Enam Asas,
disebut gerakan hijau. Umumnya, mengambil kesehatan ekosistem yang pertama pada
daftar moral manusia dan prioritas politik, seperti jalan buat mencapai kesehatan
manusia dan keharmonisan sosial, dan ekonomi yang lebih baik.
Orang
yang memiliki kepercayaan-kepercayaan itu disebut ekolog politik. Beberapa
telah mengatur ke dalam Kelompok Hijau, namun ada benar-benar ekolog politik
dalam kebanyakan partai politik. Sangat sering mereka memakai argumen dari
ekologi buat melanjutkan kebijakan, khususnya kebijakan hutan dan energi.
Seringkali argumen-argumen itu bertentangan satu sama lain, seperti banyak yang
dilakukan akademisi juga.
2.
Ekologi dalam ekonomi
Banyak
ekolog menghubungkan ekologi dengan ekonomi manusia:
- Lynn Margulis mengatakan
bahwa studi ekonomi bagaimana manusia membuat kehidupan. Studi ekologi
bagaimana tiap binatang lainnya membuat kehidupan.
- Mike Nickerson mengatakan
bahwa “ekonomi tiga perlima ekologi” sejak ekosistem menciptakan sumber
dan membuang sampah, yang mana ekonomi menganggap dilakukan “untuk bebas”.
Ekonomi
ekologi dan teori perkembangan manusia mencoba memisahkan pertanyaan ekonomi
dengan lainnya, namun susah. Banyak orang berpikir ekonomi baru saja menjadi
bagian ekologi, dan ekonomi mengabaikannya salah. “Modal alam” ialah 1 contoh 1
teori yang menggabungkan 2 hal itu.
3.
Ekologi dalam kacamata antropologi
Terkadang ekologi dibandingkan dengan antropologi, sebab keduanya
menggunakan banyak metode buat mempelajari satu hal yang yang kita tak bisa
tinggal tanpa itu. Antropologi ialah tentang bagaimana tubuh dan pikiran kita
are dipengaruhi lingkungan kita, ekologi ialah tentang bagaimana lingkungan
kita dipengaruhi tubuh dan pikiran kita.
Beberapa
orang berpikir mereka hanya seorang ilmuwan, namun paradigma mekanistik
bersikeras meletakkan subyek manusia dalam kontrol objek ekologi — masalah
subyek-obyek. Namun dalam psikologi evolusioner atau psikoneuroimunologi
misalnya jelas jika kemampuan manusia dan tantangan ekonomi berkembang bersama.
Dengan baik ditetapkan Antoine de Saint-Exupery: “Bumi mengajarkan kita lebih
banyak tentang diri kita daripada seluruh buku. Karena itu menolak kita.
Manusia menemukan dirinya sendiri saat ia membandingkan dirinya terhadap
hambatan.”
4.
Beberapa Cabang Ilmu dari Ekologi
Karena sifatnya yang masih sangat luas, maka ekologi mempunyai beberapa
cabang ilmu yang lebih fokus, yaitu:
- Ekologi tingkah laku
- Ekologi komunitas dan sinekologi
- Ekofisiologi
- Ekologi ekosistem
- Ekologi evolusi
- Ekologi global
- Ekologi manusia
- Ekologi populasi
- Behavioural ecology
- Community ecology or
synecology
- Ecophysiology
- Ecosystem ecology
- Evolutionary ecology
- Global ecology
- Human ecology
- Population ecology
B. Ekologi
Hutan
Ekologi Hutan adalah Ilmu yang mempelajari hubungan antara mahluk hidup
dengan lingkungan. Hubungan ini sangat erat dan komplek sehingga menyatakan
bahwa ekologi adalah biologi lingkungan (Eviromental biology).
Hutan
adalah masyarakat tumbuh-tumbuhan yang dikuasai pohon-pohon dan mempunyai
keadaan lingkungan yang berbeda dengan keadaan diluar hutan. Hubungan antara
masyarakat tumbuh-tumbuhan hutan, margasatwa dan alam lingkungannya begitu erat
sehingga hutan dapat dipandang sebagai suatu system ekologi atau ekosistem.
Ekologi
hutan adalah cabang ekologi yang khusus mempelajari masyarakat atau ekosistem
hutan.
Hutan dapat dipelajaridari segi autekologi dan synekologi. Autekologi
mempelajari ekologi suatu jenis pohon atau pengaruh sesuatu faktor lingkungan
terhadap hidup atau tumuhnya satu atau lebih jenis-jenis pohon. Sifat
penyelidikanya mendekati fisiologi tumbuh-tumbuhan. Synekologi mempelajari
hutan sebagai masyarakat atau ekositem misalnya penelitian tentang pengaruh
keadaan tempat tmbuh terhadap komposisi dan produksi hutan.
Pembahasan
ekologi tidak lepas dari pembahasan ekosistem dengan berbagai komponen
penyusunnya, yaitu faktor abiotik dan biotik. Faktor biotik antara lain suhu,
air, kelembapan, cahaya, dan topografi, sedangkan faktor biotik adalah makhluk
hidup yang terdiri dari manusia, hewan, tumbuhan, dan mikroba. Ekologi juga
berhubungan erat dengan tingkatan-tingkatan organisasi makhluk hidup, yaitu
populasi, komunitas, dan ekosistem yang saling mempengaruhi dan merupakan suatu
sistem yang menunjukkan kesatuan.
Ekologi, biologi dan ilmu kehidupan lainnya saling melengkapi dengan
zoologi dan botani yang menggambarkan hal bahwa ekologi mencoba memperkirakan,
dan ekonomi energi yang menggambarkan kebanyakan rantai makanan manusia dan
tingkat tropik. Ekowilayah bumi dan riset perubahan iklim ialah dua wilayah di
mana ekolog (orang yang mempelajari ekologi) kini berfokus.
Ekologi
merupakan cabang ilmu yang masih relatif baru, yang baru muncul pada tahun
70-an. Akan tetapi, ekologi mempunyai pengaruh yang besar terhadap cabang
biologinya. Ekologi mempelajari bagaimana makhluk hidup dapat mempertahankan
kehidupannya dengan mengadakan hubungan atarmakhluk hidup dan dengan benda tak
hidup di dalam tempat hidupnya atau lingkungannya.
Para
ahli ekologi mempelajari hal berikut:
- Perpindahan energi dan
materi dari makhluk hidup yang satu ke makhluk hidup yang lain ke dalam
lingkungannya dan faktor-faktor yang menyebabkannya.
- Perubahan populasi atau
spesies pada waktu yang berbeda dalam faktor-faktor yang menyebabkannya
- Terjadi hubungan
antarspesies (interaksi antarspesies) makhluk hidup dan hubungan antara
makhluk hidup dengan lingkungannya.
Komponen-komponen
pembentuk ekosistem adalah:
1.
Komponen hidup (biotik)
2.
Komponen tak hidup (abiotik)
Kedua komponen
tersebut berada pada suatu tempat dan berinteraksi membentuk suatu kesatuan
yang teratur. Misalnya, pada suatu ekosistem akuarium, ekosistem ini terdiri
dari ikan, tumbuhan air, plankton yang terapung di air sebagai komponen biotik,
sedangkan yang termasuk komponen abiotik adalah air, pasir, batu, mineral dan
oksigen yang terlarut.
C. Ekologi
Laut
Ekologi laut merupakan ilmu yang mempelajari
tentang Ekosistem air laut. Ekosistem air laut dibedakan
atas lautan, pantai, estuari, dan terumbu karang, dan padang lamun.
Berikut penjelasan tentang ekologi laut.
Habitat
air laut (oceanic) ditandai oleh salinitas tinggi
dengna ion Cl- mencapai 55% terutama di daerah laut tropik,
karena suhunya tinggi dan penguapan besar. Di daerah tropik, suhu laut sekitar
25oC. Perbedaan suhu bagian atas dan bawah tinggi. Batas antara lapisan air
yang panas di bagian atas dengan bagian air yang dingin di bagian bawah disebut
daerah thermocline.
Di daerah dingin, suhu air laut merata sehingga air dapat bercampur,
maka daerah permukaan laut tetap subur dan banyak plankton serta
ikan. Gerakan air dari pantai ke tengah menyebabkan air bagian atas turun ke
bawah dan sebaliknya, sehingga memungkinkan terbentuknya rantai makanan yang
berlangsung baik. Habitat laut dapat dibedakan berdasarkan
kedalamannya dan wilayah permukaan secara horizontal.
Dikenal
juga dengan terminologi:
- Integrated Coastal Zone
Management (ICZM) (pengelolaan terpadu wilayah
pesisir)
- Integrated Coastal Zona
Planning and Management (pengelolaan dan perencanaan
terpadu wilayah pesisir, dalam artian pengelolaan pemanfaatan sumberdaya
alam dan jasa-jasa lingkungan yang terdapat di kawasan pesisir dengan cara
melakukan penilaian secara menyeluruh (Comprehensive assessment). Sorensen
& Mc Creary dalam Dahuri 200)
- Integrated Coastal
Management (pengelolaan wilayah pesisir)
- Integrated Coastal Resources
Management (pengelolaan terpadu sumber daya wilayah pesisir)
- Coastal Zone Resources
Management (pengelolaan sumber daya wilayah pesisir)
- Coastal Resources Management (pengelolaan
sumber daya pesisir)
- Coastal Zone Management
(pengelolaan wilayah pesisir)
Perlindungan
dan bertelur
- Mangrove : feeding ground, fishing ground, spawning ground dan nursery ground banyak
spesiesikan dan udang dan memberikan perlindungan terhadap gelombang
- Lamun/seagrass : nursery ground, daerah
pencarian makan bagi mamalia laut
- Rumput laut/seaweed : pangan
dan obat-obatan
Ekosistem
terumbu karang
- Luas terumbu karang
Indonesia diperkirakan mencapai 60.000 km2, namun hanya 6,2%
saja yang kondisinya baik
- Tekanan terhadap keberadaan
terumbu karang sebagian besar diakibatkan oleh kegiatan manusia
- Kerusakan terumbu karang
banyak ditentukan oleh aktivitas di daratan
Manfaat
terumbu karang
- Berperan penting bagi
pertumbuhan sumberdaya perikanan (sebagai feeding ground, fishing ground, spawning ground dan nursery ground)
- Mencegah terjadinya
pengikisan pantai (abrasi)
- Sebagai daya tarik wisata
bahari
- Secara global terumbu karang
berfungsi sebagai pengendap kalsium yang mengalir dari sungai ke laut
- Sebagai penyerap
karbondioksida dan Gas Rumah Kaca (GRK) lainnya
Ekosistem
padang lamun
- Lamun merupakan tumbuhan
berbunga yang hidupnya terbenam di dalam laut
- Padang lamun ini merupakan
ekosistem yang mempunyai produktivitas organik yang tinggi
- Fungsi ekologi yang penting
yaitu sebagai feeding ground, fishing ground, spawning ground dan nursery groundbeberapa
jenis hewan yaitu udang dan ikan baranong, sebagai peredam arus sehingga
perairan dan sekitarnya menjadi tenang
Ekosistem
mangrove
- Hutan yang terutama tumbuh
pada tanah lumpur aluvial di daerah pantai dan muara sungai yang
dipengaruhipasang surut air laut
- Luas hutan mangrove di
Indonesia merupakan yang terluas di dunia (2,5-3,5 juta Ha,18-23 % luas
mangrove di dunia dan lebih luas dari Brasil)
Fungsi
ekologis:
- Sebagai peredam gelombang
(termasuk gelombang tsunami), angin dan badai
- Melindungi daerah pantai
dari bahaya abrasi
- Sebagai penyerap nutrien organik,
penahan lumpur dan perangkap sedimen
- Penghasil a yang
merupakan hasil dekomposisi dari serasah mangrove
- Sebagai daerah asuhan,
mencari makan dan berkembangbiak ikan, udang dan hewan liar lainnya
D. Ekologi
Tanaman
Ekologi tanaman adalah ilmu yang mempelajari hubungan timbal balik antara
tanaman dengan lingkungannya. Tanaman membutuhkan sumberdaya kehidupan dari
lingkungannya, danmempengaruhi lingkungan begitu juga sebaliknya lingkungan
mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Ekologi dibagi atas dua
bagian yaitu Sinekologi dan Autekologi. Pembagian ekologi, tingkatan organisasi
makhluk hidup, tujuan dan perkembangan ekologi tanaman, pembagian ilmu ekologi.
Pada
prinsipnya ditinjau dari biologi, makhluk hidup dapat dibagi atas dua bagian
besar yaitu, hewan dan tumbuhan. Kedua kelompok ini sangat tergantung kepada
faktor-faktor yang ada diluar dirinya baik itu secara langsung maupun tidak
langsung. Dengan kata lain tidak ada satu makhluk hidup pun di dunia ini yang
dapat berdiri sendiri tanpa bergantung dengan faktor lainnya. Faktor luar yang
mempengaruhi kehidupan makhluk hidup ini disebut dengan lingkungan.
Manusia sebagai makhluk hidup telah terlibat dan tertarik dengan masalah-
masalah lingkungan sejak dahulu kala walaupun mereka tidak mengerti perkataan
ekologi itu sendiri. Dalam masyarakat primitif setiap individu untuk dapat
bertahan hidup memerlukan pengetahuan terhadap alam lingkungannya. Alam lingkungan
(environment) ialah alam diluar organisma yang efektif mempengaruhi
kehidupan organisma tersebut. Setiap tanaman menyesuaikan diri dengan
lingkungannya. Penyesuaian ini berguna untuk mempertahankan hidupnya.
Ekologi merupakan gabungan dari dua kata dalam Bahasa Yunani yaitu oikos berarti
rumah dan logos berarti ilmu atau pelajaran. Secara etimologis
ekologi berarti ilmu tentang makhluk hidup dan rumah tangganya. Dengan kata
lain defenisi dari ekologi ialah ilmu yang mempelajari hubungan timbal balik
antara makhluk hidup dengan lingkungannya. Berdasarkan defenisi di atas maka
yang dimaksud dengan Ekologi Tanaman adalah ilmu yang
mempelajari hubungan timbale balik antara tanaman (tumbuhan yang
dibudidayakan) dengan lingkungannya. Lingkungan hidup tanaman dibagi atas
dua kelompok yaitu lingkungan biotik dan abiotik. Dari lingkungan inilah
tanaman memperoleh sumberdaya cahaya, hara mineral, dan sebagainya. Kekurangan,
kelebihan atau ketidakcocokkan akan menyebabkan terjadinya cekaman (stress) pada
tanaman.
Berdasarkan makna ekologi di atas maka jelaslah bahwa ekologi merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari ilmu biologi. Oleh karenanya Ilmu Biologi
sering disebut dengan biologi lingkungan. Ekologi
merupakan bagian kecil dari Biologi. Yang termasuk dalam ruang lingkup biologi
ialah organisma, populasi, komunitas, ekosistem, dan biosfir. Jika kita
perhatikan bahasanbahasan dalam mempelajari ekologi ternyata masing-masing ilmu
yang membahas suatu individu/grup tidak terlepas dari membahas masalah ekologi.
Dari penjelasan ini dapat dilihat ternyata ekologi merupakan ilmu yang
cakupannya amat luas.
Pelajaran mengenai lingkungan hidup organisma sudah dipelajari sebelum kata
ekologi itu sendiri diperkenalkan oleh ahlinya. Nenek moyang kita pada jaman
dahulu telah berupaya untuk memelihara lingkungan, yang terbukti dari mitos
mitos yang muncul seperti ”jangan menebang pohon yang rindang karena ada
penghuninya”. Ini adalah salah satu upaya mereka untuk memelihara ketersediaan
air. Mitos-mitos mengenai pemeliharaan lingkungan ini relatif cukup banyak,
karena masing-masing suku yang ada di Indonesia memilikinya. Gambaran ini
memperlihatkan bahwa manusia merupakan organisma yang memiliki kekekuatan penuh
yang mempengaruhi lingkungan dan sebaliknya. Pengetahuan Ekologi berkembang
sejalan dengan perkembangan peradaban manusia itu sendiri.
Tujuan utama mempelajari ekologi tanaman adalah memperoleh hasil yang
optimal dari teknik budidaya yang dilakukan dan menjaga lingkungan agar
terhindar dari kerusakan sebagai warisan untuk anak cucu kita
Lingkungan akan mempengaruhi berbagai aspek kehidupan tanaman dan organisme
lain yang hidup di muka bumi. Oleh sebab itu pengetahuan tentang lingkungan
tumbuh tanaman sangat dibutuhkan agar budidaya tanaman yang dilakukan dapat
menghasilkan produksi yang optimum. Dalam agroekosistem lingkungan tumbuh
tanaman menjadi bahan pertimbangan dalam rancang bangun aktivitas budidaya yang
akan dilakukan.
Desain lanskap dari budidaya tanaman juga sangat tergantung pada
lingkungan. Lingkungan akan mempengaruhi jenis tanaman yang sesuai untuk
dibudidayakan pada kawasan, penjadwalan dan teknik budidaya yang digunakan.
Oleh karenanya pengetahuan tentang lingkungan sangat penting artinya bagi
sektor pertanian
.
E. Ekologi
Serangga
Ekologi serangga mempelajari faktor-faktor yang mempengaruhi distribusi dan
kelimpahan serangga. Pengetahuan tentang ekologi serangga hama pascapanen
merupakan dasar penerapan pengendalian hama terpadu (PHT). Saat ini,
pemodelan dengan komputer untuk pengendalian hama pascapanen telah banyak
dikembangkan. Kesemuanya berbasis pada pengetahuan ekologi serangga.
Sifat struktur penyimpanan secara umum adalah kondisinya yang stabil
dibandingkan lingkungan alami dan ketersediaan pangan yang melimpah.
Karakter penyimpanan ini menguntungkan hama gudang, walaupun adakalanya terjadi
kelangkaan sumber makanan. Serangga hama di penyimpanan, terutama
hama-hama penting adalah serangga yang telah teradaptasi pada lingkungan
penyimpanan dengan baik, karena:
·
Habitat penyimpanan merupakan reservoir alaminya
·
Toleransinya yang tinggi terhadap faktor fisik di penyimpanan
·
Keragaman perilaku makan pada berbagai bahan simpan
·
Laju reproduksi yang tinggi
·
Kemampuan yang tinggi dalam menemukan lokasi sumber makanan
·
Kemampuan bertahan hidup dalam kondisi tanpa pangan
·
Adaptasi morfologi (ukuran kecil, bentuk pipih, gerakan cepat dll.)
Studi ekologi yang dilakukan pada kondisi yang mirip dengan tempat
penyimpanan lebih berguna untuk mengembangkan program pengendalian.
Dengan demikian dapat diperoleh lebih banyak gambaran tentang faktor-faktor
yang mempengaruhi distribusi dan kelimpahan hama pada kondisi nyata.
F. Ekologi
Air Tawar
Ekologi air tawar sangat bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari. Air tawar
sendiri penting karena ia adalah sumber air rumah tangga dan industri
yang murah, komponen air tawar merupakan merupakan daur hidrologis, dan
ekosistem air tawar merupakan sistem disporsal / pembuangan yang mudah
dan murah
Beberapa
faktor pembatas dalam Ekosistem air tawar diantaranya :
1.
Kejernihan.
2.
Temperatur.
3.
Arus.
4.
Oksigen.
5.
Garam biogenik dalam air.
Ciri-ciri ekosistem air tawar antara lain variasi suhu tidak menyolok,
penetrasi cahaya kurang, dan terpengaruh oleh iklim dan cuaca. Macam tumbuhan
yang terbanyak adalah jenis ganggang, sedangkan lainnya tumbuhan biji. Hampir
semua filum hewan terdapat dalam air tawar. Organisme yang hidup di air tawar
pada umumnya telah beradaptasi
Ekosistem
air tawar digolongkan menjadi air tenang dan air mengalir. Termasuk ekosistem
air tenang adalah danau dan rawa, termasuk ekosistem air mengalir adalah
sungai.
·
Air tergenang/ lentik (asal kata lenis =
tenang) contoh : danau, kolam, dan rawa dan mangrove.
·
Air mengalir / lotik (asal kata lotus =
tercuci) contohnya: mata air, aliran air/sungai dan selokan.
G. Perbedaan
Jenis-jenis Ekologi
Setiap jenis ekologi memiliki ruang lingkup tersendiri. Oleh karena itu
antara satu jenis ekologi dengan ekologi yang lain memiliki perbedaan. Dalam
makalah ini hanya dibahas 5 jenis ekologi saja yaitu ekologi hutan, ekologi
laut, ekologi tanaman, ekologi serangga, dan ekologi air tawar. Perbedaan
jenis-jenis ekologi tersebut antara lain :
- Ekologi hutan adalah cabang
ekologi yang khusus mempelajari masyarakat atau ekosistem hutan
- Ekologi laut merupakan
ilmu yang mempelajari tentang ekosistem air laut.
- Ekologi tanaman adalah ilmu
yang mempelajari hubungan timbal balik antara tanaman dengan
lingkungannya.
- Ekologi serangga mempelajari
faktor-faktor yang mempengaruhi distribusi dan kelimpahan serangga.
- Ekologi air tawar merupakan
ilmu yang mempelajari tentang ekosistem air tawa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar